Entri Populer

Jumat, 13 Mei 2011

MIKROSIRKULASI PADA KATAK

                                                                            BAB I
                                                                  PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Mikrosirkulasi merupakan sistem peredaran darah kecil yang dimulai dari arteriol kemudian ke kapiler dan berakhir pada venula. Sistem mikrosirkulasi hanya dapat terlihat dengan menngunakan mikroskop. Ada beberapa faktor yang memepengaruhi mikrosirkulasi yaitu laju aliran darah, gradien tekanan serta resistensi. Darah diangkut keseluruh bagian tubuh melalui suatu sistem pembuluh yang membawa pasokan segar ke sel sekaligus mengeluarkan zat-zat sisa sel tersebut. Semua darah yang dipompa sisi kanan jantgung, mengalir ke paru untuk menyerap O2 dan mengeluarkan CO2. darah yang dipompa sisi kiri jantung dibagi-bagi dalam berbagai perbandingan ke organ-organ sistemik melalui melalui pembuluh-pembuluh yang tersusun paralel dan bercabag dari aorta. Susunan ini memastikan bahwa semua organ menerima darh dengn komposisi yang sama.

B. TUJUAN PERCOBAAN ATAU PRAKTIKUM
1. Mempelajari susunan mikrosirkulasi
2. Melihat aliran darah melalui susunan mikrosirkulasi
3. Melihat pengaruh beberapa faktor terhadap mikrosirkulasi










                                                                                    BAB II
                                                                       TINJAUAN PUSTAKA

Mikrosirkulasi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kapal-kapal kecil di pembuluh darah yang tertanam di dalam organ dan bertanggung jawab untuk distribusi darah dalam jaringan; sebagai lawan dari pembuluh lebih besar dalam macrocirculation yang darah transportasi dari dan ke organ-organ. Pembuluh di sisi arteri mikrosirkulasi disebut arteriola, yang dikelilingi oleh sel-sel otot polos, dan diameter 10-100 μm. Arteriol membawa membawa darah ke kapiler, yang tidak innervated, tidak memiliki otot polos, dan sekitar 5-8 μm in diameter. Darah mengalir keluar dari kapiler ke dalam venula, yang memiliki sedikit otot polos dan 10-200 μm. Darah mengalir dari venula ke dalam pembuluh darah. Selain itu pembuluh darah, mikrosirkulasi juga mencakup limfatik kapiler dan saluran pengumpul 1. Fungsi utama mikrosirkulasi termasuk peraturan, 2. aliran darah dan perfusi jaringan3. tekanan darah, 4. jaringan cairan (pembengkakan atau edema pengiriman oksigen dan nutrisi lain dan penghapusan CO2 dan produk-produk limbah metabolik lain, dan 5. suhu tubuh. Mikrosirkulasi juga memiliki peran penting dalam peradangan. (wikipedia, translate)
Kebanyakan pembuluh mikrosirkulasi dibatasi oleh sel-sel rata, yang endotelium dan banyak yang dikelilingi oleh sel-sel kontraktil pada otot polos atau pericytes.. The endotelium menyediakan permukaan yang halus untuk aliran darah dan mengatur pergerakan air dan bahan terlarut dalam plasma antara darah dan jaringan.Endotelium juga memproduksi molekul yang mencegah darah dari pembekuan kecuali ada kebocoran Sel-sel otot polos dapat kontrak dan mengurangi ukuran arteriola dan dengan demikian mengatur aliran darah dan tekanan darah. (wikipweia, translate)

Aliran darah melalui pembuluh bergantung pada gradien tekanan dan resistensi vaskuler.
Sirkulasi sitemik dan paru masing-masing terdiri dari sistem pembuluh tertutup. Arteri yang mengankut darah dari jantung ke jaringan bercabang-cabang menjadi suatu pembuluh darah yang semakin kecil, dengan berbagai cabang menyalurkan darah ke berbagai bagian tubuh. Sewaktu suatu arteri mencapai organ yang diperdarahinya, arteri tersebut bercabang-cabang menjadi banyak arteriole. Volume darah yang mengalir melalui suatu organ dapat disesuaikan dengan mengatur kaliber (garis tengah internal) arteriol organ. Di dalam organ arteriol bercabang-cabang lagi menjadi kapiler. Pembuluh terkecil temapt semua pertukaran antara darah dan sel-sel sekitarnya terjadi. Pertukaran dikapiler merupakan tujuan akhir dari sistem sirkulasi; semua aktivitas lain dari sistem ini diarahkan untuk memastikan distribusi adekuat darah segar ke kapiler untuk pertukaran semua sel. Kapiler-kapile kembali menyatu membentuk venula kecil, yang terus bergabung membentuk vena kecil yang keluar dari organ. Vena-vena kecil secara progresif bersatu untuk membentuk vena yang lebih besar yang akhirnya mengalir kan darah ke jantung. Arteriol, kapiler, dan venula secara kolektif disebut sebagai mikrosirkulasi.
Gradien tekanan-perbedaan antara tekanan permulaan dan akhir suatu pembuluh adalah gaya pendorong utama aliran tubuh; yaitu darah mengalir dari suatu daerah dengan tekanan tinggi ke daerah dengan tekanan rendah sesuai dengan penurunan gradien tekanan. Kontraksi jantung menimbulkan tekanan terhadap darah, tetapi karena adanya friksi (resistensi), tekanan berkurang sewaktu darah mengalir melalui suatu pembuluh.
Resistensi yaitu ukuran hambatan terhadap aliran darah melalui suatu pembuluh yang ditimbulkan oleh friksi (gesekan) antara cairan yang mengalir dan dinding pembuluh yang statoiner. Resistensi terhadap aliran darah bergantung pada tiga faktor yaitu; 1).viskositas (kekentalan) darah; 2).panjang pembuluh; dan 3).jari-jari pembuluh. Viskositas mengacu pada friksi yang timbula antara molekul suatu cairan sewaktu mereka bergesekan satu sama lain selama cairan mengalir. Semakin besarb vaskositas, semakin besar resistensi terhadap aliran. Viskositas dpengaruhi dua faktor yaitu konsentrasi protein plasma dan jumlah sel darah merah yang beredar. Darah menggesek lapisan dalam pembuluh sewaktu mengalir, semakin besar luas permukaan yang berkontrak dalam darah, semakin besar resistensi terhadap aliran. Luas permukaan ditentukan oleh panajang dan jari-jari pembuluh. Pada jari-jari konstan, semakin panjang pembuluh maka semakin besar luas permukaan dan semakin besar resistensi terhadap aliran. Cairan lebih mengalir deras melalui pembuluh berukuran besardaripada melalui pembuluh yang ukuran kecil, karena dipembuluh berukuran kecil darah dengan volume tertentu berkontrak dengan lebih banyak permukaan dari pada di pembuluh besar sehingga resistensi meningkat. (Sherwood, 2001)

ARTERI
Dinding semua arteri terbuat dari lapisan luar jaringan ikat, adventitia; lapisan tengah dari pada otot polos, media; dan lapisan dalam, intima terbuat dari endotelium dan didasari jaringan ikat. Dinding aorta dan arteri yang berdiameter besar relatif banyak mengandung jaringan elastis. Dinding ini regang selama sistol dan mengalami rekoil ketika pada waktu diastol. (Ganong, 2001)
Arteri disusun oleh otot polos dan mengandung serat kolagen dan serat elastic.Dimana Otot polos tersebut akan membesar dan mengecil sesuai dengan kebutuhan oksigen yang diperlukan sehingga dengan adanya otot polos itu dapat menambah setiap aliran darah kesel yang membutuhkan. (Ganong, 2003 translate)
Arteri mengkhususkan diri berfungsi sebagai jalur cepat untuk menyampaikan darah dari jantung ke jaringan (karena radiusnya yang besar , resistensi terhadap aliran aliran darah rendah) dan berfungsi sebagai reservoir tekanan untuk gaya pendorong bagi darah sewaktu jantungmengalami relaksasi. (Sherwood, 2001)
ARTERIOL
Arteriol merupakan arteri yang terkecil dimana arteriol lebih banyak mengandung serat elastic yang sifatnya recoil atau dapat kembali pada posisi semula jika pembuluh tersebut melar. (Ganong, 2003 translate)
Dinding arteriol mengandung lebih sedikit jaringan elastik tetapi lebih banyak otot polos. Otot dipersarafi oleh serat saraf adrenergik, yang merupakan vasokontriktordalam fungsinya dan beberapa keadaan oleh serat kolinergik yang mendilatasi pembuluh. Arteriol adalah tempat utama tahanan terhadap aliran darah dan sedikit perubahan pada garis tengahnya memebuat perubahan besar dalam tahan perifer total. Arteriol berperan dalam mengubah pergeseran tekanan sistolik ke diastolik yang fluktuatif menjdi tekanan nonfluktuatif di kapiler. Vasokontriksi adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan penyempitan pembuluh. Vasodilatasi mengacu kepada pembesaran lingkaran dan jari-jari pembuluh akibat melemasnya lapisan otot polos. Tonus vaskuler yakni otot polos dalam keadaan normal memperlihatkan keadaan terkontriksi parsial yang membentuk resistensi arteriol basal. Berbagai faktor mempengaruhi tingkat aktifitas kontraktil oto polos arteriol. Faktor ini terdiri dari faktor kontrol lokal (intrinsik) yang penting untuk menyesuaikan aliran daraj dengan kebutuhan metabolik jaringan tempat pembuluh tersebut berada, kontrol ekstrinsik, yang penting untuk mengatur tekanan darah. (Ganong, 2001 dan Sherwood, 2001 )

Berbagai faktor yang dapat mempengaruhi tingkat aktifitas kontraktil otot polos arteriol.
Faktor-faktor ini dikelompokkan dalam dua kategori :
• Kontrol Lokal (intrinsik)
yang penting untuk menyesuaikan aliran darah denga kebutuhan metabolik jaringan tempat pembuluh darah tersebut berada. Kontrol lokal adalah perubahan-perubahan didalam suatu jaringan yang mengubah jari-jari pembuluh, sehingga aliran darak ke jaringan tersebut berubah melalui efek terhadap otot polos arteriol jaringan. Kontrol local membantu terpeliharanya aliran darah yang konstan ke otak. Pengaruh-pengaruh lokal dapat bersifat kimiawi atau fisik.

- Pengaruh Kimiawi Lokal :
Perubahan Metabolik Lokal :
1. Penurunan
2. Peningkatan . Lebih banyak yang dihasilkan sebagai produk sampingan fosforilasasi oksidatif yang menyertai peningkatan aktivitas.
3. Peningkatan asam karbonat. Lebih banyak asam karbonat yang dihasilakan dari peningkatan akibat peningkatan aktifitas metabolik. Juga terjadi penimbunan asam laktat apabila yang digunakan utuk mengahasilkan ATP adalah jalur glikolitik.
4. Paningkatan . Potensial aksi yang terjadi secara berulang- berulang dan mengalahkan kemampuan pompa untuk mengembalikan gardien konsentrasi istirahat, menyebabkan peningkatan di cairan jaringan, misalnya diotot yang aktif berkontraksi atau bagian otak yang bekerja lebih aktif.
5. Peningkatan Osmolaritas. Osmolaritas (konsentrasi zat-zat terlarut yang aktif secara osmotis) meningkat ketika metabolism esel meningkat karena meningkatnya pembentukan partikel-partikel yang secara osmotis aktif.
6. Pengeluaran Adenosin. Terjadi pengeluaran adenosine sebagai respons terhadap peningkatan aktivitas metabolisme atau kekurangan , terutama di otot jantung
7. Pengeluaran Porstaglandin. Prostaglandin adalah zat perantara kimiawi lokal yang berasal dari rantai-rantai asam lemak didalam membran plasma.
8. NO ( Nitrat Oksida).

Pengeluaran Histamin. Histamin adalah mediator kimiawi lokal lain yang mempengaruhi otot polos arteriol, tetapi zat ini tidak dikeluarkan sebagai respons terhadap perubahn metabolic lokal dan tidak berasal dari sel endotel. Melalui efek relaksasi pada otot polos arteriol, histamine adalah peneyebab utama vasodilatasidi suatu daerah yang cedera. Terjadi peningkatan aliran darah local kedaerah yang bersangkutan yang menyebabkan kemerahan dan berperan menimbulkan pembengkakan pada respons peradangan.


- Pengaruh Fisik Lokal :
1. Panas atau dingin. Kompres panas adalah suatu cara terapi yang bermanfaat unutk meningkatkan aliran darah kesuatu daerah, karena panas menyebabkan vasodilatasi arteriol local. Sebaliknya, mengompres dennga es ke suatu daerah yang meradang akan menimbulkan vasokontriksi, yang mengurangi pembekakan dengan melawan vasodilatasi yang diinduksi oleh histamine.
2. Repon miogenik terhadap peregangan. Peningkatan tekanan arteri rata-rata akan mendorong lebih banyak darah ke arteriol dan meningkatkan peregangan arteriol, sedangkan oklusi arteri akan mengahmbat aliran darahke arteriol sehingga peregangan arteriol, berkurang.

• Kontrol Ekstrinsik :
Kontrol ekstrinsik terhadap jari-jari arteriol mencakup pengaruh-pengaruh saraf dan hormonaldenag efek system saraf simpatis adalah yang terpenting. Seta serat saraf simpatis mempersarafi otot polos arteriol di seluruh tubuh kecuali di otak. Aktifitas simpatis yang terus menerus ikut menetukan tonus vaskuler. Peningkatan aktivitas simpais menimbulkan vasokontriksi arteriol umum, sedangkan penurunan aktivitas simpatis menyebabkan vasodilatasi arteriol umum.
(sherwood, 2001)
KAPILER
Kapiler merupakan tempat pertukaran bahan-bahan antara darah dan jaringan, memiliki percabangan yang luas sehingga terjangkau oleh semua sel. Di kapiler tidak terdapat sistem transportasi yang dperantarai oleh pembawa, kecuali kapiler di otak yang memiliki sistem tersebutdan berperan dalam sawar darah otak. Kapiler merupakan pembuluh ideal untuk difusi sesuai dengan hukum fick yakni kapiler meminimalkan jarak difusi, sementara memaksimalkan luas permukaan da waktu yang tersedia untuk pertukaran. (Sherwood, 2001)
Arteriol dibagi menjadi pembuluh berdinding otot leboh kecil yang biasa disebut metarteriol, dan ini selanjutnya memberikan ke kapiler. Dalam beberapa lapisan vaskular metarteriol langsung dihubungkan dengan satu pembuluh ramai kapiler dan kapiler asli suatu jalinan anastomose pada sisi cabang pembuluh ramai ini. Lubang kapiler asli dikelilingi pada sisi hulu oleh sedikit otot polos sfingter prekapiler. Ketika melalui kapiler sel darah merah menjadi berbentuk bidal atau parasut, dengan aliran mendorong pusat sel darah merah lebih ke depen dibanding pinggirannya. Dalam otak kapiler menyerupai kapiler dalam otot, tetapi hubungan antara sel endotel lebih ketat, dan transport melaluinya sebagian besar terdapat pada molekul kecil dalam kebanyakan kelenjar endokrin , vili usus dan bagian dari ginjal sitoplasma sel endotel menipis membentuk celah yang desebut fenestrasi. Pertukaran anatra darah dan jaringan disekitarnya melalui dinding kapiler berlangsung melalui difusi oasif mengikuti penurunan gradien konsentrasi, mekanisme pertukaran zat terlarut dan bulk flow suatu proses yang melakukan fungsi sangat berbeda dalam melakukan distribusi volume CES antara kompartemen vaskuler dan cairan interstium. (Ganong, 2001)
Pertukaran natar darah dan jaringan disekitarnya melalui dinding kapiler berlangsung melalui: (Sherwood, 2001)
1. difusi pasif, di dinding kapiler tidak terdapat sistem transportasi yang diperantarai oleh membawa, zat terlarut berpindah terutama melalui proses difusi menuruni gradien konsentrasi mereka. Proses homeostatik ini terutama dilakukan oleh organ yang memperbarui yang secara terus menerus menambahkan O2 dan mengeluarkan CO2 dan zat sisa sewaktu darah melewati organ tersebut. Difusi setiap zat terlarut terus berlangsung secara independen sampai tidak ada lagi terdapat perbedaan konsentrasi antara darah dan sel sekitarnya.
2. bulk flow, suatu volume cairan bebas protein sebenarnya tersaring keluar kapiler, bercampur dengan cairan intersitiumdi seketirnya dan kemudian direabsorbsi. Proses ini disebut bulk flof karena berbagai konstituen cairan berpindah bersama-sama sebagai satu kesatuan.bulk flow terjadi karena perbedaan tekanan hidrostatik dan tekanan osmotik koloid antara plasma dan cairan interstisium.
Empat gaya yangmempengaruhi perpindahan cairan menembus dinding kapiler yaitu:
1. tekanan darah kapiler
2. tekanan osmotik koloid plasma
3. tekanan hidrostatik cairan intersitium
4. tekanan osmotik koloid cairan intersitium

VENA DAN VENULA
Sistem vena melengkapi sirkuit sirkulasi. Darah meninggalakan jaringan kapiler memasuki sistem vena unutk dibawa kembali kejantung. Vena memiliki jari-jari besar sehingga resistensi mereka terhadap aliran rendah. Luas potongan melintang total pada sistem vena secara bertahap berkurang, karena vena-vena yang lebih kecil berkonvergensi menajdi vena yang lebih besar tetapi lebih sedikit, kecepatan aliran darah meningkat pada saat darah mendaki jantung. Vena berfungsi sebagai saluran beresistensi rendah untuk mengembalikan darah ke jantung dan vena juga berfungsi sebagai reservoir darah.
Aliran balik vena mengacu kepada volume darah yang masuk tiap-tiap atrium permenit dari vena. Sebagian besar gaya pendorong yang ditimbulakn oleh jantung pad adarah telah hilang pada saat darah mencapai sistem vena karena adanya friksi di sepanjang perjalanan darah, terutana ketika darah melaui arteriol yang memiliki resistensi tinggi. Pada saat darah memasuki sitem vena , tekanan rata-ratanya hanya mencapai sekitar 17 mmHg, namun karena tekan atrium yang mendekati 0 mmHg, masih terdapat gaya yang kecil tatapi adekuat untuk mendorong darah mengalir melintasi sitem vena yang memiliki jari-jari besar dan resistensi rendah. Jika tekanan atrium meningkat secara patologis akan menimbulkan gagal jantung kongestif. (Ganong, 2001)

Pengaruh Mikrosirkulasi yang Kurang Baik
Di satu sisi, pembuluh microsirkulasi mudah terkena pengaruh buruk dari kolesterol tinggi, kekentalan darah tinggi, penggabungan sel-sel darah merah, yang mana nantinya akan menimbulkan thrombosis (pembekuan sel-sel darah), dan pelan-pelan akan menyumbat pembuluh darah. Di sisi lain, dikarenakan pembuluh mikrosirkulasi ini mengalir ke seluruh tubuh, jika ada gangguan pada bagian tertentu, maka akan muncul gejala penyakit di bagian tersebut.
Misalnya :
1. Jika tersumbat di bagian kepala, akan muncul gejala sakit kepala, imsomnia, vertigo, bibir terasa kaku, lumpuh sebelah, kesulitan berbicara
2. Jika tersumbat di bagian mata, akan menimbulkan gejala daya penglihatan berkurang atau bahkan buta.
3. Jika tersumbat dibagian telinga, akan menimbulkan gejala telinga berdengung, tuli.
4. Jika tersumbat di bagian jantung, membuat dada terasakurang nyaman atau nyeri.
5. Jika tersumbat di bagian tangan atau kaki, akan muncul gejala kesemutan, nyeri, mengeras dan lainnya ( misalnya seperti sakit atau nyeri di bagian persendian dan otot.
Dikarenakan plak-plak dalam pembuluh darah ini terbentuk dalam hitungan bulanatau tahun, sementara pemeriksaan biasa seperti CT scan, resonansi magnet, sinar X, gelombang ultrasonic B dan lainnya belum bisa digunakan untuk memeriksa pembuluh micrisirkulasi. Oleh sebab itu, pemeriksaan micrisirkulasi ini adalah sangatlah berguna dibandingkan dengan pemeriksaan makroskopik lainnya.











                                                                                      BAB III
                                                                                METODOLOGI

A. METODOLOGI ALAT DAN BAHAN
1. Epinefrin
2. Histamin 1/500
3. Air hangat dan dingin
4. mikroskp
5. katak

B. CARA KERJA
Setelah katak diserebrasi, pergunakan lidah atau mesentrium yang transparan untuk meliaht susunan kapiler. Letakkan katak di atas papan lilin sehingga bagian yang transparan terletak di atas sebuah lubang pada papan lilin. Setelah cahaya pada mikroskop di atur dengan baik, letakkan preparat di bawah lensa. Bila transparani preparat tersebut cukup baik maka kita dapat melihat susunan pembuluh darah yang jelas












                                                                                          BAB IV
                                                                       HASIL DAN PEMBAHASAN

A. HASIL PERCOBAAN
Berdasarkan percobaan yang dilakukan setelah katak di serebrasi, lidah katak dijulurkan, kemudian pada lidahnya diteteskan epinefrin kemudian dilihat dengan menggunakan mikroskop dengan pembesaran maksimal, sehingga kita dapat melihat pembuluh darah katak pada bagian lidahnya. Berdasarkan percobaan ini kita dapat melihat aliran sel darah merah yang melakukan perpindahan (mikrosirkulasi) dari satu pembuluh darah ke pembuluh darah yang lain atau cabang-cabang pembuluh darah (arteriol). Namun, hal ini tidak berlangsung lama sebab semakin lama gambar yang dilihat melalui mikroskop semakin lama semakin menghilang.

B. PEMBAHASAN
Mikrosirkulasi merupakan peredaran darah kecil yang paling utama terdiri dari arteri, arteriol, kapiler, vena dan venula yang hanya dapat dilihat secara mikroskopis karena ukuran yang kecil.
Arteri disusun oleh otot polos dan mengandung serat kolagen dan serat elastic.Dimana Otot polos tersebut akan membesar dan mengecil sesuai dengan kebutuhan oksigen yang diperlukan sehingga dengan adanya otot polos itu dapat menambah setiap aliran darah kesel yang membutuhkan.
Arteriol merupakan arteri yang terkecil dimana arteriol lebih banyak mengandung serat elastic yang sifatnya recoil atau dapat kembali pada posisi semula jika pembuluh tersebut melar.
Kapiler merupakan tempat pertukaran bahan-bahan antara darah dan jaringan, memiliki percabangan yang luas sehingga terjangkau oleh semua sel. Di kapiler tidak terdapat sistem transportasi yang dperantarai oleh pembawa, kecuali kapiler di otak yang memiliki sistem tersebutdan berperan dalam sawar darah otak. Kapiler merupakan pembuluh ideal untuk difusi sesuai dengan hukum fick yakni kapiler meminimalkan jarak difusi, sementara memaksimalkan luas permukaan da waktu yang tersedia untuk pertukaran
Sistem vena melengkapi sirkuit sirkulasi. Darah meninggalakan jaringan kapiler memasuki sistem vena unutk dibawa kembali kejantung. Vena berfungsi sebagai saluran beresistensi rendah untuk mengembalikan darah ke jantung dan vena juga berfungsi sebagai reservoir darah.
Aliran balik vena mengacu kepada volume darah yang masuk tiap-tiap atrium permenit dari vena. Sebagian besar gaya pendorong yang ditimbulakn oleh jantung pad adarah telah hilang pada saat darah mencapai sistem vena karena adanya friksi di sepanjang perjalanan darah, terutana ketika darah melaui arteriol yang memiliki resistensi tinggi.
Adapun kesalahan yang terjadi dalam percobaan ini yakni semakin lama gambar mikrosirkulisai pada bagian lidah katak semakin lama semakin tidaka nampak. Pada dasarnya mikrosirkulisi ini dipengaruhi oleh dua faktor yaitu intrinsik dan ekstrinsik














                                                                      BAB V
                                                   KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
• Mikrosirkulasi adalah system perderan darah kecil yang dimulai dari arteriole kapiler venule, dimana semuanya hanya dapat dilihat secara mikroskopik.
• Arteriol adalah pembuluh resistensi utama pada pohon vaskuler. Dinding arteriol hanya sedikit mengandung jaringan ikat elastik. Namun, pembuluh ini memiliki lapisan otot polos yang tebal yang banyak dipersarafi oleh serta saraf simpatis. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tingkat aktifitas kontraktil otot polos arteriol :
1. Kontrol Lokal (intrinsik) : Pengaruh Kimiawi Lokal ; Perubahan Metabolik Lokal, Pengeluaran Histamin. Pengaruh Fisik Lokal ; Panas atau dingin, Repon miogenik terhadap peregangan.
2. Kontrol Ekstrinsik : Kontrol ekstrinsik terhadap jari-jari arteriol mencakup pengaruh-pengaruh saraf dan hormonaldenag efek system saraf simpatis.

B. SARAN
Dalam melakukan praktikum ini seharusnya kita lebih teliti, agar tidak terjadi kesalah di saat melakukan praktikum, yakni mengetahui lebih detail cara-cara kerjanya.







                                                                       BAB VI
                                                             DAFTAR PUSTAKA

1. Sherwood lauralee. 2001. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. Penerbit buku kedokteran EGC : jakarta
2. Ganong W. F. 2001. Fisiologi Manusia (Review of Medical Physiologi). Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta
3. Ganong W.F. 2003. Review of Medical Physiology. Lange Medical Books, McGraw-Hill
4. http://en.wikipedia.com
5. http://about.com
6. www.google.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar